Mungkin dan segala hal yang tidak pasti
dulu aku terbiasa mengatakan 'mungkin' pada masa depan
seperti ketika aku memutuskan untuk berpisah dengan seseorang, aku berkata dalam hati, "mungkin aku akan mendapatkan yang lebih baik"
seperti ketika aku mengalami luka akibat jatuh, "mungkin nanti sembuh sendiri"
seperti ketika aku memberikan kepercayaanku pada seorang kawan, "mungkin akan aman"
tapi, ternyata tidak
kata 'mungkin' bagi masa depan adalah ancaman
mungkin mendapatkan yang lebih baik tak lebih dari sikap egois yang gegabah mengandalkan emosi yang hasilnya membuat terpuruk diri sendiri
mungkin nanti sembuh adalah sebuah pikiran malas mengobati yang mengakibatkan luka makin menjadi
mungkin akan aman pada kawan adalah tindakan konyol yang akhirnya menyusahkan diri sendiri
dan juga mungkin mungkin lainnya yang kita harap dan kita gantungkan pada masa depan yang belum tentu melegakan
masa mendatang terlalu murah bagi mereka yang bergerak menghabiskan waktu ketika yang lain sibuk berjalan ditempat
masa mendatang tak bisa kita andalkan hanya dengan kata mungkin
tapi mungkin, tulisan ini dapat kuingat suatu saat nanti
mungkin

Komentar
Posting Komentar